Assalamualaikum Wr Wb

Assalamualaikum Wr. Wb

Selasa, 04 Agustus 2015

Kesan - kesan Selama di Widya informatika...

Assalamualaikum Wr. Wb
Kesan
 
Selama saya kursus diwidya informatika , saya sangat senang sekali, bisamendapatkan teman-teman baru dan gru yang baik-baik. Saya bisa belajar disini karena mendapatkan ilmu yang berguna . 
Menyenangkan karena terjalin keakrapan antara guru, siswa dan staf,sehingga kenyaman dalam akademis nan non akademis sangat terasa. selain itu saya dapat belajar dengan menulis karya tersendiri dan merancang tugas2 yang diberi oleh guru. masuk kewidya ini menurut saya sangat woooww..... karena disana saya bisa mendapatkan kelanjutan ilmu-ilmu komputer dan akuntansi yang belum saya ketahui sebelumnya dan memperbanyak kawan-kawan

pesan

"Kehidupan seperti secarik kertas putih, tetes demi tetes tinta hitam telah menoreh cerita yang tidak begitu menjijikkn, tapi jangan pernah kau takut akan silaunya sang mentari. jangan pernak kau berfikir tentang apa yang telah kau terima tapi pikirkan apa yang telah kau berikan padanya Amin"
GAMBAR MASJID PENYENGAT DAN SEJARAHNYA


 
 
 

Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah, adalah sebuah pulau kecil yang berjarak kurang lebih 2 km dari Kota Tanjungpinang, pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. Pulau ini dapat ditempuh dari Tanjungpinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.[1]
Pulau Penyengat merupakan salah satu obyek wisata di Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang diantaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Sejak tanggal 19 Oktober 1995, Pulau penyengat dan kompleks istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu Situs Warisan Dunia.[2]


Menurut cerita, pulau mungil di muara Sungai Riau, Pulau Bintan ini sudah lama dikenal oleh para pelaut sejak berabad-abad yang lalu karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang cukup banyak tersedia di pulau ini. Belum terdapat catatan tertulis tentang asal mula nama pulau ini. Namun, dari cerita rakyat setempat, nama ini berasal dari nama hewan sebangsa serangga yang mempunyai sengat. Menurut cerita tersebut, ada para pelaut yang melanggar pantang-larang ketika mengambil air, maka mereka diserang oleh ratusan serangga berbisa. Binatang ini yang kemudian dipanggil Penyengat dan pulau tersebut dipanggil dengan Pulau Penyengat. Sementara orang-orang Belanda menyebut pulau tersebut dengan nama Pulau Mars.[3][1]
Tatkala pusat pemerintahan Kerajaan Riau bertempat di pulau itu ditambah menjadi Pulau Penyengat Inderasakti. Pada 1803, Pulau Penyengat telah dibangun dari sebuah pusat pertahanan menjadi negeri dan kemudian berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga sementara Sultan berkediaman resmi di Daik-Lingga. Pada tahun 1900, Sultan Riau-Lingga pindah ke Pulau Penyengat. Sejak itu lengkaplah peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, adat istiadat, agama Islam dan kebudayaan Melayu.[3]

Imperium Melayu

Pulau Penyengat merupakan pulau yang bersejarah dan memiliki kedudukan yang penting dalam peristiwan jatuh bangunnya Imperium Melayu, yang sebelum terdiri dari wilayah Kesultanan Johor, Pahang, Siak dan Lingga, khususnya di bagian selatan dari Semenanjung Melayu. Peran penting tersebut berlangsung selama 120 tahun, sejak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722, sampai akhirnya diambil alih sepenuhnya oleh Belanda pada 1911.[1]

Perang Saudara tahta Johor

Awalnya pulau ini hanya sebuah tempat persinggahan armada-armada pelayaran yang melayari perairan Pulau Bintan, Selat Malaka dan sekitarnya. Namun pada tahun 1719 ketika meletus perang saudara memperebutkan tahta Kesultanan Johor antara keturunan Sultan Mahmud Syah yang dipimpin putranya Raja Kecil melawan keturunan Sultan Abdul Jalil Riayatsyah yang dipimpin Tengku Sulaiman.[1]
Pulau Penyengat mulai dijadikan kubu pertahanan oleh Raja Kecil yang memindahkan pusat pemerintahannya dari Kota Tinggi (Johor) ke Riau di Hulu Sungai Carang (Pulau Bintan). Perang saudara itu dimenangkan oleh Tengku Sulaiman dan saudaranya yang dibantu oleh lima orang bangsawan Bugis Luwu, yaitu Daeng Perani, Daeng Marewah, Daeng Chelak, Daeng Kemasi dan Daeng Menambun. Yang mana seterusnya Tengku Sulaiman mendirikan kerajaan baru yaitu Kerajaan Johor-Riau-Lingga, pada 4 Oktober 1722.[1] Sedangkan Raja Kecil menyingkir ke Siak dan seterusnya mendirikan Kesultanan Siak.
  SEJARAH SELATPANJANG
 
 
Kabupaten Kepulauan Meranti adalah salah satu kabupaten di provinsi Riau,Indonesia, dengan ibu kotanya adalah Selatpanjang.
Kabupaten Kepulauan Meranti terdiri dari Pulau Tebing TinggiPulau PadangPulau MerbauPulau RansangPulau TopangPulau ManggungPulau PanjangPulau JadiPulau SetahunPulau TigaPulau BaruPulau PaningPulau Dedap. Adapun nama Meranti diambil dari nama gabungan "Pulau Merbau, Pulau Ransang dan Pulau Tebingtinggi".
 
 

Kota Selatpanjang merupakan pusat pemerintahan kabupaten Kepulauan Meranti, duhulu merupakan salah satu bandar (kota) yang paling sibuk dan terkenal perniagaan di dalam kesultanan Siak. Bandar ini sejak dahulu telah terbentuk masyarakat heterogen, terutama suku Melayu dan Tionghoa, karena peran antar merekalah terbentuk erat dalam keharmonisan kegiatan kultural maupun perdagangan. Semua ini tidak terlepas ketoleransian antar persaudaraan. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang barang maupun manusia dari China ke nusantara dan sebaliknya.

 Daerah Selatpanjang dan sekitarnya sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang merupakan salah satu kesultanan terbesar di Riau saat itu.Pada masa pemerintahan Sultan Siak VII yaitu Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi ( yang bertahta tahun 1784 - 1810 ), biasa disapa Sultan Syarif Ali, memberi titah kepada Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha untuk mendirikan Negeri atau Bandar di Pulau Tebing Tinggi. Selain tertarik pada pulau itu juga karena Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi sendiri pernah singgah ke daerah itu, tujuan utama Sultan Syarif Ali ingin himpun kekuatan melawan kerajaan Sambas ( Kalimantan Barat ) yang terindikasi bersekutu dengan Belanda yang telah khianati perjanjian setia dan mencuri mahkota Kerajaan Siak. Negeri atau Bandar ini nantinya sebagai ujung tombak pertahanan ketiga setelah Bukit Batu dan Merbau'' untuk menghadang penjajah dan lanun. 

 Maka bergeraklah armadanya dibawah pimpinan Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha pada awal Muharram tahun 1805 Masehi diiringi beberapa pembesar Kerajaan Siak, ratusan laskar dan hulu balang menuju Pulau Tebing Tinggi. Mereka tiba di tebing Hutan Alai( sekarang Ibukota Kecamatan Tebingtinggi Barat ). Panglima itu segera menghujam kerisnya memberi salam pada Tanah Alai.Tanah Alai tak menjawab, Ia meraup tanah sekepal, terasa panas. Ia melepasnya,“Menurut sepanjang pengetahuan den, tanah Alai ini tidak baik dibuat sebuah negeri karena tanah Hutan Alai adalah tanah jantan, Baru bisa berkembang menjadi sebuah negeri dalam masa waktu yang lama,” kata sang panglima dihadapan pembesar Siak dan anak buahnya. Panglima bertolak menyusuri pantai pulau ini. Lalu, terlihat sebuah tebing yang tinggi. “Inilah gerangan yang dimaksud oleh ayahanda Sultan Syarif Ali,” pikirnya. Armada merapat ke Tebing Tanah Tinggi bertepatan tanggal 07 April 1805 Masehi. Di usia masih 25 tahun itu, dengan mengucap bismillah Panglima melejit ke darat yang tinggi sambil memberi salam. “Alha-mdulillah tanah tinggi ini menjawab salam den,” katanya. Tanah diraupnya, terasa sejuk dan nyaman. Ia tancapkan keris di atas tanah (lokasinya sekarang kira-kira dekat komplek kantor Bea Cukai Selatpanjang ). Sambil berkata, “Dengarkanlah oleh kamu sekalian di tanah Hutan Tebing Tinggi inilah yang amat baik didirikan sebuah negeri. Negeri ini nantinya akan berkembang aman dan makmur apabila pemimpin dan penduduknya adil dan bekerja keras serta menaati hukum-hukum Allah.” Panglima itu berdiri tegak dihadapan semua pembesar kerajaan, laskar, hulu balang, dan bathin-bathin sekitar pulau. “Den bernama Tengku Bagus Saiyid Thoha Panglima Besar Muda Siak Sri Indrapura. Keris den ini bernama Petir Terbuka Tabir Alam Negeri. Yang den sosok ini den namakanNegeri Makmur Kencana Bandar Tebing Tinggi.”itulah nama asal muasal kota selatpanjang. Setelah menebas hutan, membuka wilayah kekuasaan, berdirilah istana panglima besar itu. Pada 1810 Masehi Sultan Syarif Ali mengangkat Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha itu sebagai penguasa pulau. Kala itu, sebelah timur negeri berbatasan dengan Sungai Suir dan sebelah barat berbatasan dengan Sungai Perumbi,seiring perkembangan waktu bandar ini semakin ramai dan bertumbuh sebagai salah satu bandar perniagaan di kesultanan siak. Ramai interaksi perdagangan didaerah pesisir Riau inilah menyebabkan pemerintahan Hindia Belanda ikut ambil dalam bagian penentuan nama negeri ini. Sejarah tercatat pada masa Sultan Siak yang ke 11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Pada tahun 1880, pemerintahan di Negeri Makmur Kencana Tebing Tinggi dikuasai oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi yang bergelar Tuan Temenggung Marhum Buntut (Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak). Pada masa pemerintahannya di bandar ini terjadilah polemik dengan pihak Pemerintahan Kolonial Belanda yaitu Konteliur Van Huis mengenai perubahan nama negeri ini, dalam sepihak pemerintahan kolonial Belanda mengubah daerah ini menjadi Selatpanjang, namun tidak disetujui oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi selaku pemangku daerah. Akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama pada tanggal 4 September 1899, Negeri Makmur Kencana Tebing Tinggi berubah menjadi Negeri Makmur Bandar Tebingtinggi Selatpanjang.J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi mangkat pada tahun 1908. Seiring waktu masa diawal Pemerintahan Republik Indonesia, kota selatpanjang dan sekitarnya ini merupakan Wilayah Kewedanan di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Tebingtinggi.Pada tanggal 19 Desember 2008,daerah selatpanjang dan sekitarnya ini berubah menjadi Kabupaten Kepulauan Meranti memekarkan diri dari Kabupaten bengkalis dengan ibukota Selatpanjang.

Selasa, 07 Juli 2015

Selasa, 09 Juni 2015

Kehidupan

Assalamualaikum.Wr.Wb

Dalam mengarungi kehidupan kita dari mulai kita lahir sampai kita masuk ke liang lahat, banyak sekali lika-liku atau fenomena-fenomena realita kehidupan dari mulai sedih, bahagia, gembira, galau, depresi, stress, dan sebagainnya. Di dalam rentetan situasi tersebut kadang kala kita lupa akan sesuatu hal, apa itu? itu adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari rangkaian tragedi tersebut kemudian kita membuat sebuah komitmen tinggi untuk berjanji memperbaikinya dan tidak lagi melaksanakan hal-hal buruk yang pernah kita lakukan di masa lalu.

Berusalah untuk tidak menjadi seorang manusia yang berhasil tapi menjadi manusia yang berguna.

Diliat dari garis wajah, jangankan aura-aura jahat, Aura Kasih aja kalah sama kecantikan kamu

Hidup adalah terus belajar, belajar bersyukur meski belum cukup, belajar ikhlas meski belum rela, belajar taat meski berat

Saat anda menginginkan semuanya, anda tidak akan mendapatkan apa-apa

Hidup adalah terus belajar, belajar bersyukur meski belum cukup, belajar ikhlas meski belum rela, belajar taat meski berat

Pasangan yang baik akan menerimamu apa adanya, tapi tidak akan membiarkanmu seadanya.

Dibalik komentar tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi adalah bentuk lain menghakimi

Jika kamu percaya Tuhan Maha Besar, maka sebesar apa pun masalahmu itu semuanya kecil bagi-nya tuk diselesaikan. Berdoa!

Jgn pernah buat keputusan penting disaat anda merasa takut, depresi, tertekan, letih, atau terlalu gembira

Jangan
melupakan kebaikan2 kecil dan jangan mengingat-ingat kesalahan-kesalahan kecil

Dalam hidup, ada hal yang tak bisa diubah agar hati belajar menerima arti kenyataan hidup.

Jika aku memilih menyimpan rasa sayang sendirian, itu berarti aku tidak ingin kejujuranmu membebani kamu.

Bila kamu menangis ketika membaca, itu bukan karena tulisannya, tapi karena ada sosok kenangan yg terbayang

Kenapa kita seringkali gagal? Karena kita selalu terlalu banyak berencana dan terlalu sedikit berpikir.

Jangan takut mencoba, kesalahan adalah guru terbaik jika kamu jujur mengakuinya dan mau belajar darinya.

Cara besar untuk melakukan pekerjaan berat adalah dengan mencintain apa yang telah anda lakukan, walaupun sebenarnya anda membencinya.

Ada banyak orang yang cukup kuat untuk tidak mengungkapkan perasaan rindunya, mereka lebih memilih untuk memendam.

Yang sukses habiskan hari dengan hal berguna. Yang gagal habiskan hari bicarakan kesalahan orang lain.

Kamu boleh memandangku rendah, jika benar yakin takkan pernah jatuh di kakiku lalu menengadah

Tidak ada penderitaan yang mau betah dengan orang yang berkerja keras dan berdoa sungguh-sungguh.

Lebih baik dibenci karena menjadi diri sendiri, dibanding harus disukai namun menjadi orang lain

Dimanapun engkau berada selalulah menjadi yang terbaik dan berikan yang terbaik dari yang bisa kita berikan.

Pernah tersakiti bukan alasan tuk menyakiti. Jgn perlakukan seseorg dgn cara yg kamu sendiri benci jika diperlakukan demikian

Berpura-pura tidak saja membuat hati tidak ikhlas, tapi juga menambah beban pekerjaan yang sebenarnya ringan

Terkadang bukannya ada penghalang untuk menjadi pemenang, hanya saja Anda belum mengetahui cara untuk menang

Selasa, 02 Juni 2015

Tentang keluarga saya


Assalamualaikum wr.wb.......

Nama saya Aisyah saya dilahirkan pada tanggal 10-10-1994 di tanjungsamak, saya anak yang ke 6 dari 7 saudara,disini saya akan bebagi cerita sedikit tentang keluarga saya....
saya bingung dari pertama sampai sekarang rumah kami selalu ada masalah hingga sampai pindah rumah 3 x. orang tua saya sakit,ortu saya pergi kerumah sakit tapi kata dokter itu tak ada apa,ortu saya pun langsung pergi ke dukun kampung.kata orang dukun itu suruh pinda rumah dari situ..ortu saya pun tak lengah langsung pindah rumah,sudah 3 kali pindah rumah alhamdulillah samapi sekarang ortu kami sehat walafiat....

sekarang alhamdulillah ortu saya  bisa mulai kerja,ku bersyukur karna allah sudah mengabulkan doa2 saya,
maka dari itu kita bisa mengambil hikmah dari semua ini,selalu berdoa,selalu bersyukur karna allah tidak akan nagisih cobaan diatas kemampuan kita,inilah cerita singkatku.

Walaikumsalam wr.we